PENEGAKAN HUKUM DIINDONESIA

Featured

PENEGAKKAN HUKUM DI INDONESIA
AKSI kekerasan atas nama suku agama ras dan antargolongan (SARA) masih sering terjadi di negeri kita tercinta ini. Sebagian kelompok masyarakat yang mengatasnamakan diri mereka sebagai pembela suatu agama berkali-kali melakukan aksi memberantas kemaksiatan massal. Terkadang, aksi ini diiringi dengan tindakan anarkis, merusak, mensweeping, bahkan menganiaya, membuat masyarakat resah. Keresahan masyarakat ini bukan tanpa alasan.
Di balik kebebasan dalam beragama dan memeluk keyakinan yang berlaku di negeri ini, masih ada kelompok yang memaksakan kehendak, untuk mengikuti atau meninggalkan hal yang dilarang oleh agama mereka yang tidak jarang diiringi dengan kekerasan. Masyarakat resah bukan karena mereka tidak mau mengikuti ajakan mereka, namun mereka resah karena tindakan kekerasan yang tidak jarang dilakukan oleh kelompok tersebut.
Ketidakpuasan
Tindakan mereka pada dasarnya adalah baik, yakni memberantas kemaksiatan yang merajalela di negeri kita ini. Mereka menganggap jika hanya amar makruf (mengajak kebaikan) tanpa nahi munkar (mencegah kemungkaran), maka tidak akan tercipta masyarakat yang baik. Ibarat sawah, jika hanya ditanami padi tanpa memberantas hama tikus, wereng, dan lain sebagainya, maka tidak akan menghasilkan panen yang baik. Sudah banyak orang yang melakukan amar makruf, mulai dari da’i, guru, para cendekiawan dan aparat pemerintah, namun sedikit sekali dari mereka yang secara langsung dan terang-terangan menolak kemungkaran.

Di negeri ini mungkin hanya ada satu institusi yang berwenang dalam menolak kemungkaran, yakni Kepolisian dan penegak hukum lain. Karena kinerja Kepolisian dan para penegak hukum yang belum mampu untuk menolak kemungkaran secara baik, ketidakpuasan dan keresahan masyarakat pun menyeruak demi melihat masih merajalelalnya kemungkaran di sekitar mereka. Tidak heran, tergeraklah mereka untuk bertindak memberantas kemungkaran tersbeut dengan tangan mereka sendiri.
Tindakan ormas ini memberantas kemungkaran yang tanpa disertai wewenang khusus dalam memberantas kemungkaran membuat mereka bertindak dengan cara sendiri. Prosedur hukum pun ditinggalkan, karena menurut mereka, hukum yang berlaku sekarang ini tidaklah mempan untuk memberantas kemungkaran bahkan cenderung dipermainkan oleh para aparat penegak hukumnya.
Tindakan mereka yang di luar koridor hukum inilah yang membuat tindakan mereka dinilai anarkis oleh sebagian masyarakat. Tak jarang mereka melakukan kekerasan karena berbagai cara telah dilakukan, namun kemaksiatan belum juga sirna.
Dibubarkan?
Keresahan sebagian masyarakat akan ‘ulah’ kelompok ini berujung pada tuntutan pembubaran kelompok tersebut. Menurut mereka, kelompok yang suka bertindak anarkis ini memang benar-benar meresahkan. Namun, kita belum tahu sebenarnya, siapakah sebagian masyarakat yang menuntut pembubaran itu? Apakah mereka termasuk pelaku kemungkaran yang merasa nyaman dengan aparat penegak hukum, namun merasa terganggu dengan dengan tindakan kelompok ini atau benar-benar masyarakat yang baik, namun merasa terganggu dengan ulah mereka?
Lemahnya penegakan hukum yang berakibat pada merajalelanya kemungkaranlah yang membuat mereka tergerak untuk beraksi. Mereka akan senantiasa melancarkan aksi mereka selama masih merajalelanya kemungkaran di sekitar mereka dan hukum belum benar-benar ditegakkan dan membuat jera pelaku kemungkaran.
Pembubaran kelompok mereka tidak akan berdampak apapun terhadap aksi mereka, karena selama masih ada kemungkaran dan hukum belum mampu memberantasnya, maka mereka akan tergerak untuk memberantasnya. Justru ini adalah tamparan keras bagi aparat penegak hukum agar mereka memperbaiki kinerja mereka, menegakkan keadilan, mengajak kebaikan dan memberantas kejahatan.
Paparan diatas baru membahas masalah SARA, bagaimana dengan penegakkan hukum tentang kasus Tindak Pidana Korupsi (tipikor) ?, siapa saja yang berperan didalamnya, apakah Kepolisian, para Jaksa, para Hakim, Elit Politik atau malah mereka semuanya ?, jika memang begitu lalu kepada siapa lagi kita harus mencari keadilan ?

Sumber : lihatberita

PENEGAKKAN HUKUM DI INDONESIA

Cita-cita reformasi untuk mendudukan hukum di tempat tertinggi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara hingga detik ini tak pernah terrealisasi. Bahkan dapat dikatakan hanya tinggal mimpi dan angan-angan. Begitulah kira-kira statement yang pantas diungkapkan untuk melukiskan realitas hukum yang ada dan sedang terjadi saat ini di Indonesia.
Bila dicermati suramnya wajah hukum merupakan akibat dari kondisi penegakan hukum yang stagnan dan kalaupun hukum ditegakkan maka penegakannya diskriminatif (hanya kepada yang lemah). Praktik-praktik penyelewengan dalam proses penegakan hukum seperti, mafia peradilan, proses peradilan yang diskriminatif, jual beli putusan hakim, atau kolusi Polisi, Hakim, Advokat dan Jaksa dalam perekayasaan proses peradilan merupakan realitas sehari-hari yang dapat ditemukan dalam penegakan hukum di negeri ini. Pelaksanaan penegakan hukum yang “kumuh” seperti itu menjadikan hukum di negeri ini seperti yang pernah dideskripsikan oleh seorang filusuf besar Yunani Plato (427-347 s.M) yang menyatakan bahwa hukum adalah jaring laba-laba yang hanya mampu menjerat yang lemah tetapi akan robek jika menjerat yang kaya dan kuat.
Akibat yang ditimbulkan dari tidak berjalannya penegakan hukum dengan baik dan efektif adalah kerusakan dan kehancuran diberbagai bidang (politik, ekonomi, sosial, dan budaya). Selain itu buruknya penegakan hukum juga akan menyebabkan rasa hormat dan kepercayaan masyarakat terhadap hukum semakin menipis dari hari ke hari. Akibatnya, masyarakat akan mencari keadilan dengan cara mereka sendiri. Suburnya berbagai tindakan main hakim sendiri di masyarakat adalah salah satu wujud ketidakpercayaan masyarakat terhadap hukum yang ada.
Lalu pertanyaanya, faktor apa yang menyebabkan sulitnya penegakan hukum di Indonesia? Jika dikaji dan ditelaah secara mendalam, setidaknya terdapat lima faktor penghambat penegakan hukum di Indonesia, kelima faktor tersebut yaitu :
Pertama, lemahnya keinginan politik dan tindakan politik para pemimpin negara ini, untuk menjadi hukum sebagai panglima dalam penyelenggaraan pemerintahan. Dengan kata lain, penegakan hukum masih sebatas janji-janji politik yang didengung-dengungkan pada saat kampanye.
Kedua, rendahnya moral, profesionalitas dan kesadaran hukum aparat penegak hukum (Hakim, Jaksa, Polisi dan Advokat) dalam menegakkan hukum.
Ketiga, minimnya sarana dan prasana serta fasilitas yang mendukung kelancaran proses penegakan hukum.
Keempat, tingkat kesadaran dan budaya hukum masyarakat yang masih rendah serta kurang respek terhadap hukum.
Kelima, kebijakan (policy) yang diambil oleh para pihak terkait (stakeholders) dalam mengatasi persoalan penegakan hukum masih bersifat parsial, tambal sulam, tidak komprehensif (menyeluruh) dan tersistematis.
Mencermati berbagai problem yang menghambat proses penegakan hukum sebagaimana diuraikan di atas. Langkah dan strategi yang sangat mendesak (urgent) untuk dilakukan saat ini sebagai solusi terhadap persoalan tersebut ialah melakukan pembenahan dan penataan terhadap sistem hukum yang ada. Terkait dengan struktur sistem hukum, perlu dilakukan penataan terhadap intitusi hukum yang ada seperti lembaga peradilan, kejaksaan, kepolisian, dan organisasi advokat. Selain itu perlu juga dilakukan penataan terhadap institusi yang berfungsi melakukan pengawasan terhadap lembaga hukum. Dan hal lain yang sangat penting untuk segera dibenahi terkait dengan struktur sistem hukum di Indonesia adalah birokrasi dan administrasi lembaga penegak hukum. Memang benar bahwa salah satu ciri dari hukum modern adalah hukum yang sangat birokratis. Namun, birokrasi yang ada harus respon terhadap realitas sosial masyarakat sehingga dapat melayani masyarakat pencari keadilan dengan baik.
Untuk budaya hukum (legal culture) perlu dikembangkan prilaku taat dan patuh terhadap hukum yang dimulai dari atas (top down). Artinya, apabila para pemimpin dan aparat penegak hukum berprilaku taat dan patuh terhadap hukum maka akan menjadi teladan bagi rakyat.
Akhirnya, kita hanya bisa berharap agar pemerintah dapat menyelesaikan masalah penegakkan hukum di negara yang kita cintai ini yaitu Indonesia. ***

DAFTAR NEGARA YANG MENGACU PADA IFRS

   IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standar Board (IASB).Standar Akuntansi Internasional disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC). IFRS (Internasional Financial Accounting Standard) adalah suatu upaya untuk memperkuat arsitektur keungan global dan mencari solusi jangka panjang terhadap kurangnya transparansi informasi keuangan. Standar ini muncul akibat tuntutan globalisasi yang mengharuskan para pelaku bisnis di suatu negara ikut serta dalam bisnis lintas negara. Untuk itu diperlukan suatu standar internasional yang berlaku sama di semua negara untuk memudahkan proses rekonsiliasi bisnis.

    Adopsi IFRS telah dilakukan di beberapa negara, di antaranya di Uni Eropa yang mengharuskan semua perusahaan yang terdaftar di bursa harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi sesuai IFRS (SG-007). Berikut ini tiga negara yang paling banyak mengacu pada IFRS.

1. Korea Selatan
Korea Selatan (Korsel) merupakan suatu Negara dengan pertumbuhan ekonomi paling kuat di Asia. Korea Selatan menempati urutan ke 15 berdasarkan PDB-nya. Dalam hala ekspor Negara ini menempati urutan ke-8 di dunia, sementara untuk import mereka menempayi urutan ke-11. Korea selatan pun merupakan salah satu anggota G-20 Finance Ministers and Central Bank Governors. Sebagai salah satu anggota G-20, sejak tahun 2011 Korsel mewajibkan semua perusahaan yang tergabung dalam lembaga keuangan mereka untuk menerapkan penggunaan IFRS dalam penyusunan laporan keuangan mereka. Penggunaan IFRS di Korsel bukan hanya diterapkan pada perusahaan go public, tetapi juga diterapkan pada perusahaan privat dan UKM. Sistem hukum yang dianut oleh Korsel sendiri adalah hukum kode ( Eropa Continental).

2. Meksiko
Meksiko merupakan salah satu Negara dengan tingkat ekspor-impor tertinggi di dunia. Ini dikarenakan Meksiko merupakan salah satu Negara penghasil minyak bumi yang cukup besar didunia. Selain itu Negara ini merupakan salah satu pengekspor perak. Dalam penyusunan laporan keuangan Meksiko mengadopsi IFRS bagi para perusahaan-perusahaannya yang sudah go public. Hal ini telah diwwajibkan sejak tahun 2012. Pengadopsian IFRS di Meksiko bersumber langsung pada IASB tanpa adanya perubahaan ataupun tambahan. Sementara itu, system hukum yang dianut oleh Negara ini adalah hukum kode.

3. Kanada
Kanada adalah salah satu anggota La Francophonie dan Negara Persemakmuran, ini disebabkan karena Negara ini adalah salah satu Negara bekas jajahan Prancis dan Britania Raya. Negara ini merupakan Negara industri. Dalam penggunaan energi pun Negara ini memiliki teknologi yang maju, merka mampu menyediakan bahan bakar fosil, energi nuklir, dan tenaga hidroelektri. Negara ini pun salah satu Negara yang tergabung dalam G-20. Oleh sebab itu dalam penyusunan laporan keuangannya Kanada mengadopsi IFRS. IFRS yang diterpakan di Kanada pun langsung bersumber dari IASB. Namun, Kanada termasuk Negara yang cukup “hati-hati” dalam mengadopsi IFRS, terbukti Kanada memberikan waktu transisi yang lebih panjang untuk beberapa industri tertentu yang dirasa butuh persiapan lebih panjang. Sebagai Negara yang memiliki ikatan sejarah dengan Inggris, Kanada juga menganut sistem hukum umum seperti di Inggris dimana memiliki karakter berorientasi terhadap ‘penyajian wajar’, transparansi dan pengungkapan penuh dan pemisahaan akuntansi keuangan dan pajak.

Hubungan Penerapan IFRS Dengan Hukum Yang Dianut

Hukum Kode : Hukum kode utamanya diambil dari hukum romawi dan kode Napoleon. Di negara-negara hukum kode aturan akuntansi digabungkan dalam hukum nasional dan cenderung sangat lengkap dan mencakup banyak prosedur.

Hukum Umum : Hukum umum berkembang atas dasar kasus per kasus tanpa adanya usaha untuk mencakup seluruh kasus dalam kode yang lengkap dan aturan akuntansi menjadi lebih adaptif dan inovatif karena ditetapkan oleh organisasi professional sektor swasta.

Ternyata pengadopsian IFRS dalam Negara ini bukan hanya berdasarkan sejarah yang dimiliki oleh kedua Negara tersebut. Ada banyak hal yang melatarbelakanginya. Salah satunya seperti yang diketahui ketiga Negara tersebut tergabung dalam G-20. Berdasarkan kesepakatan G20 pada pertemuan di Washington DC pada 15 November 2008 dan di London 2 April 2009, setiap Negara yang tergabung di dalamnya wajib menerapkan standar IFRS dalam penyusunan laporan keuangannya.
Kemudian alasan ikatan politik serta ekonomi. Ketiga Negara ini merupakan Negara dengan tingkat ekspor-impor yang sangat tinggi oleh karena itu untuk memudahkan transaksi ekonomi tersebut diperlukan suatu standar akuntansi internasional dalam penerapannya dalam hal ini standar yang digunakan adalah IFRS.

Sumber :
http://wahyuayunk.blogspot.com/2014/05/daftar-negara-yang-mengacu-pada-ifrs.html
http://mariaancela.blogspot.com/2014/05/perusahaan-dan-negara-yang-mengacu-pada.html
http://id.wikipedia.org/wiki/Hukum_sipil_%28sistem_hukum%29

 

 

 

Tugas 3

1. Sejauhmana  adopsi IFRS telah diterapkan dalam laporan keuangan di indonesia?

International Financial Reporting Standard (IFRS) merupakan standar pencatatan dan pelaporan akuntansi yang berlaku secara internasional yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Boards (IASB).Pengadopsian standar akuntansi internasional ke dalam standar akuntansi domestik bertujuan menghasilkan laporan keuangan menghasilkan informasi yang lebih relevan dan akurat. Saat ini standar akuntansi keuangan nasional sedang dalam proses konvergensi secara penuh dengan International Financial Reporting Standards (IFRS) yang dikeluarkan oleh IASB (International Accounting Standards Board). Oleh karena itu, arah penyusunan dan pengembangan standar akuntansi keuangan ke depan akan selalu mengacu pada standar akuntansi internasional (IFRS) tersebut

2. Bagaimana sifat adopsi yang telah dilakukan, apakah adopsi seluruh atau sebagian (harmonisasi)?

Adopsi yang dilakukan saat ini sifatnya adalah harmonisasi, adopsi yang dilakukan PSAK belum secara utuh, namun indonesia mencanangkan akan adopsi seutuhnya IFRS pada tahun 2012. Adopsi ini wajib diterapkan terutama bagi perusahaan publik yang bersifat multinasoinal. Standar akuntansi di Indonesia yang berlaku saat ini mengacu pada US GAAP (United Stated Generally Accepted Accounting Standard)

3. Dan apa manfaat bagi perusahaan yang mengadopsi khususnya dan bagi perekonomian Indonesia pada umumnya?

  • Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional
  • Meningkatkan arus investasi global melalui transparansi
  • Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global
  • Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
  • Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management
  • Menghasilkan transparansi bagi para pengguna dan dapat dibandingkan sepanjang periode yang disajikan
  • Menyediakan titik awal yang memadai untuk akuntansi yang berdasarkan pada IFRS

4. Buatlah daftar perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan IFRS di Indonesia?

  • Telkom
  • Petamina
  • Astra

5. Sajikan profile perusahaan-perusahaan yang telah menerapkan IFRS di Indonesia?

  • Perusahaan Telkom Indonesia

 Visi : Menjadi perusahaan yang unggul dalam penyelenggaraan TIME di kawasan regional

Misi : Menyediakan layanan TIME yang berkualitas tinggi dengan harga yang kompetitif dan Menjadi model pengelolaan korporasi terbaik di Indonesia

Tujuan : Menjadi posisi terdepan dengan memperkokoh bisnis legacy dan meningkatkan bisnis new wave untuk memperoleh 60%  dari pendapatan industri pada tahun 2015

  • Perusahaan Pertamina

Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik negara yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan.Pertamina menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.

 Visi: Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia.

Misi: Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.

  • Perusahaan ASTRA

Filosofi Perusahaan (Catur Dharma)

  1. Menjadi Milik yang Bermanfaat bagi Bangsa dan Negara
  2. Memberikan Pelayanan Terbaik kepada Pelanggan
  3. Menghargai Individu dan Membina Kerja Sama
  4. Senantiasa Berusaha Mencapai yang Terbaik

              Visi

  • Menjadi salah satu perusahaan dengan pengelolaan terbaik di Asia Pasifik dengan penekanan pada pertumbuhan yang berkelanjutan dengan pembangunan kompetensi melalui pengembangan sumber daya manusia, struktur keuangan yang solid, kepuasan pelanggan dan efisiensi.
  • Menjadi perusahaan yang mempunyai tanggung jawab sosial serta ramah lingkungan.

             Misi

Sejahtera bersama bangsa dengan memberikan nilai terbaik kepada stakeholder kami.

 

 

SUMBER :

http://maiiamaulani.blogspot.com/2014/04/penerapan-ifrs-di-indonesia.html

http://arikapriliani.blogspot.com/2013_11_01_archive.html

http://rhiahanafi.blogspot.com/2014/04/indonesia-dalam-akuntansi-internasional.html

http://www.telkom.co.id/UHI/UHI2011/ID/0303_visi.html

http://www.pertamina.com/company-profile/

http://www.astra.co.id/index.php/profile/detail/11

ORGANISASI-ORGANISASI PEMBUAT STANDAR AKUNTANSI DAN AUDIT INTERNASIONAL

A. Organisasi Pembentuk Standar Akuntansi

Standar akuntansi mencakup konvensi, peraturan, dan prosedur yang telah disusun, dan disahkan oleh sebuah lembaga resmi (badan pembentuk standar) pada saat tertentu. Standar akuntansi merupakan masalah yang penting dalam dunia profesi akuntansi, termasuk bagi para pemakai laporan keuangan. Karena itu, mekanisme pembentukan standar akuntansi haruslah diatur sedemikian rupa sehingga dapat memberikan kepuasan bagi semua pihak yang berkepentingan terhadap laporan keuangan. Standar akuntansi ini akan secara terus-menerus berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman, dunia usaha, dan kemajuan teknologi.

1. Amerika Serikat

Ada empat organisasi yang memiliki pengaruh besar dalam pengembangan standar akuntansi keuangan di Amerika Serikat, yaitu

  • Securities and Exchange Commission (SEC)

        SEC dibentuk pertama kalinya pada tahun 1934, dimana peran utamanya adalah untuk mengatur penerbitan dan transaksi perdagangan sekuritas oleh emiten kepada khalayak ramai (publik). SEC juga mewajibkan perusahaan public agar laporan keuangan eksternalnya diaudit oleh akuntan independen.

        SEC sangat fokus terhadap pelaporan keuangan perusahaan publik dan pengembangan standar akuntansi. SEC juga secara seksama memonitor proses pembentukan standar akuntansi di Amerika. SEC membantu mengembangkan dan menstandarisasi informasi keuangan yang disajikan kepada para pemegang saham. SEC memiliki mandat untuk menetapkan prinsip-prinsip akuntansi.

  • American Institute of Certified Public Accountans (AICPA)

        AICPA adalah sebuah organisasi profesi akuntan public di Amerika. Organisasi ini didirikan pada tahun 1887 dan menerbitkan jurnal bulanan dengan nama Journal of Accountancy. AICPA memiliki peran penting dalam pengembangan dan pembentukan standar akuntansi, termasuk penyiapan (penyelenggaraan) ujian sertifikasi dan pendidikan berkelanjutan bagi para akuntan publik.

        Atas desakan SEC, pada tahun 1939 AICPA membentuk Committee on Accounting Procedure (CAP). CAP yang beranggotakan akntan praktisi, menerbitkan 51 AccountingResearch Bulletins yang menangani berbagai masalah akuntansi sepanjang tahun 1939 sampai dengan tahun 1959. Namun, pendekatan masalah per masalah ini gagal memberikan kerangka prinsip akuntasni yang terstruktur sebagaimana yang dibutuhkan dan yang diinginkan. Untuk itu, pada tahun 1959 AICPA mendirikan Accounting Principles Boards (APB).

        Tugas utama dari APB adalah mengajukan rekomendasi secara tertulis mengenai prinsip akuntansi, menentukan praktik akuntansi yang tepat, dan mempersempit celah perbedaan-perbedaan yang ada serta ketidakkonsistennan yang terjadi dalam praktik akuntansi saat itu. Seiring berjalannya waktu, APB dianggap kurang produktif dan gagal bertindak cepat dalam menangani kasus-kasus penyimpangan akuntansi yang terjadi pada saat itu. Pada tahun 1971, ketua profesi akuntansi di Amerika, dalam upaya mencegah intervensi lebih lanjut dari pemerintah, membentuk Study Group on Establishment of Accounting Principles. Komite ini diketuai oleh Francis Wheat, dan secara luas dikenal dengan nama Wheat Committee. Komite ini bertugas untuk mengkaji ulang struktur organisasi dan operasi APB serta menentukan perubahan apa yang diperlukan untuk memperoleh hasil yang lebih baik dalam penyelesaian masalah akuntansi. Hasil studi ini juga pada akhirnya mengakibatkan dibubarkannya APB. Wheat Committee lalu merekomendasikan pembentukan FAF (Financial Accounting Foundation), FASB dan FASAC (Financial Accounting Standasds Advisory Council),di samping itu juga merekomendasikan agar standar yang ditetapkan adalah standar yang mudah digunakan atau dengan kata lain memiliki kepraktisan di dalam penerapannya.

        Ketika APB dibubarkan dan digantikan oleh FASB, AICPA membentuk Accounting Standars Executive Committee (AcSEC) sebagai komite yang berwenang berbicara atas nama AICPA di bidang akuntansi dan pelaporan keuangan. Berbagai ketetapan yang dihasilkan oleh komite ini adalah Pedoman Audit dan Akuntansi Industri, Statement of Position (SOP), dan Buletin Praktik. Pedoman Audit dan Akuntansi Industri mengikhtisarkan praktik-praktik akuntansi dari industri tertentu dan menyediakan pedoman (arahan) khusus menyangkut masalah-masalah yang tidak ditangani FASB seperti akuntansi untuk kasino, maskapai penerbangan dan banyak lainnya. Statement of Position (SOP) menyediakan pedoman atas topik-topik pelaporan keuangan sampai FASB menetapkan standar untuk topik-topik tersebut. SOP bisa memperbaharui, merevisi, atau mengklarifikasi pedoman-pedoman audit dan akuntansi, atau bahkan menyediakan pedoman independen. Sedangkan Buletin Praktik berisi pandangan AcSEC menyangkut masalah pelaporan keuangan yang lebih sempit, yang tidak menyangkut masalah pelaporan keuangan yang lebih sempit, yang tidak ditangani oleh FASB.

        Akhir-akhir ini, peran AICPA dalam penetapan standar akuntansi telah dikurangi. FASB dan AICPA telah sepakat bahwa AICPA dan AcSEC tidak lagi mengeluarkan pedoman akuntansi untuk perusahaan public. Namun demikian, AICPA tetap merupakan pemimpin dalam pengembangan standar audit melalui Auditing Standards Board.

  • Financial Accounting Standards Boards (FASB)

        FASB merupakan organisasi sektor swasta yang bertanggung jawab dalam pembentukan standar akuntansi di Amerika saat ini. FASB didirikan pada tahun 1973, menggantikan APB. Anggota FASB berasal dari berbagai latar belakang (audit, akuntansi korporasi, jasa keuangan, dan akademisi). Penunjukan anggota FASB yang baru, dilakukan oleh Financial Accounting Foundation (FAF). FAF adalah sebuah badan independen, sama seperti FASB, yang dibentuk dengan wakil dari profesi akuntansi, komunitas bisnis, pemerintah, dan akademisi.

        Fungsi utama dari FASB adalah mempelajari masalah akuntansi terkini dan menetapkan standar akuntansi. Standar ini dipublikasikan sebagai Statement of Financial Accounting Standards (SFAS). FASB juga menerbitkan Statement of Financial Accounting Concepts (SFAC) yang memberikan kerangka kerja konseptual yang memungkinkan untuk dikembangkannya standar akuntansi khusus. SFAC diterbitkan pada tahun 1978 sebagai konsep fundamental yang akan digunakan FASB dalam mengembangkan standar akuntansi dan pelaporan keuangan di masa depan. Tidak seperti SFAS, SFAC bukan merupakan prinsip akuntansi yang berlaku umum.

        Standar akuntansi keuangan yang diterbitkan oleh FASB dipandang sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum.

        Dalam menetapkan standar akuntansi keuangan, FASB harus tanggap terhadap kebutuhan dari seluruh komunitas dan menetapkannya secara transparan di depan publik. Hal ini dilakukan dengan memberikan kesempatan yang seluas-luasnya secara adil (tanpa memihak) kepada semua komunitas terkait untuk mengungkapkan pendapat mereka sebelum standar yang baru diterbitkan dan diberlakukan.

 

  • Governmental Accounting Standards Board (GASB)

GASB dibentuk pada tahun 1984 oleh FAF dengan tugas menetapkan standar akuntansi keuangan pemerintah. Sturuktur organisasi GASB serupa dengan struktur FASB. GASB memeiliki dewan penasehat yang bernama Governmental Accounting Standards Advisory Council (GASAC).

        Standar ini dinamakan sebagai prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (Generally Accepted Accounting Principles). Standar ini diperlukan sebagai patokan (pedoman) dalam penyusunan laporan keuangan yang baku. Dengan adanya standar ini, pihak manajemen selaku pengelola dana dan aktivitas perusahaan dapat mencatat, mengikhtisarkan, dan melaporkan seluruh hasil kegiatan operasional maupun financial perusahaan secara baku (yang secara standar diterima umum) dan transparan.

        GAAP bersumber dari beberapa ketetapan-ketetapan yang dikeluarkan oleh berbagai organisasi pembentuk standar akuntansi di Amerika (FASB, EITF, AICPA dan SEC). ketetapan-ketetapan yang dikeluarkan oleh masing-masing organisasi tersebut memiliki tingkat kewenangan (otoritas) yang berbeda. Hierarki GAAP yang diterbitkan oleh FASB menentukan sumber prinsip akuntansi dan kerangka kerja pemilihan prinsip yang akan digunakan dalam penyusunan laporan keuangan.

2. Inggris

Pada negara Inggris, profesi akuntan independen mempunyai pengendalian yang luas atas standar-standar akuntansi dan berlaku prinsip full disclosure & transparency sebagai kebutuhan sentral dari pelaporan keuangan.

Sebagian besar apa yang terjadi dalam akuntansi di Inggris dimandatkan oleh hukum. Ada dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Inggris, yaitu hukum perusahaan dan badan profesi akuntansi. Badan-badan akuntansi utama di UK antara lain:

1)      The Institute of Chartered Accountants in England & Wales

2)      The Institute of Chartered Accountants of Ireland

3)      The Institute of Chartered Accountants of Scotlands

4)      The Association of Certified Chartered Accountants (ACCA)

5)      The Institute of COST & Management Accountants

6)      The Chartered Institute of Public Finance & Accountancy

Konsep dan praktek akuntansi di Inggris telah mempengaruhi akuntansi secara global, terutama terhadap negara-negara bekas jajahan Inggris, misalnya akuntansi di Australia, Canada serta Negara persemakmuran lainnya seperti Kenya, India, Hongkong, Selandia Baru, Singapura, dan Afrika Selatan. Memang tidak mutlak persis sama, tetapi cukup banyak pengaruhnya terhadap sistem akuntansi di negara bersangkutan.

3. Kawasan Eropa

Badan pembuat standar akuntansi di untuk kawasan Eropa ialah IASB (International Accounting Standard Board). Standar yang dibuat oleh IASB, saat itu (sebelum tahun 1990) belum diminati oleh dunia. Hal ini karena perkembangan ekonomi Amerika masih dijadikan sebagai patokan perkembangan bisnis dunia. Produknya adalah IAS yang kemudian bermetamorfosis menjadi IFRS (International Financial Reporting Standard).

4. Jepang

            Negara Jepang bergantung pada pinjaman bank. Penyusunan standar akuntansi di Jepang terutama merupakan fungsi pemerintah dengan sejumlah input pendukung dari JIPCA (Japanese Institute of Certified Public Accountants). Pemerintah pusat mengendalikan dengan ketat semua hal yang terjadi dalam akuntansi di Jepang. Jalur utama penyusunan standar akuntansi di Jepang di kelola oleh Mentri Keuangan melalui sebuah badan penasehat yang bernama Business Accounting Deliberation Council.

5. Jerman

            Badan yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi yaitu GASB (German Accounting Standards Board). GASB dibentuk untuk mengembangkan suatu standar Jerman yang sesuai dengan standar akuntansi internasional. GASB telah mengeluarkan GAS (German Accounting Standards) atau Standar Akuntansi Jerman untuk permasalahan seperti laporan arus kas, pelaporan segmen, pajak tangguhan, dan translasi mata uang asing. Namun pada tahun 2003, GASB menerapkan strategi baru dan menyelaraskan program kerjanya dengan usaha IASB untuk mencapai konverjensi standar akuntansi secara global. Perubahan ini mengakui ketentuan Unit Eropa atas IFRS bagi perusahaan emiten pada tahun 2005.

6. Perancis

Dasar utama aturan akuntansi adalah Hukum Akuntansi 1983 dan Dekrit akuntansi 1983 yang memuat Plan Compatible General wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Setiap perusahaan harus memiliki manual akuntansi. Ciri khusus akuntansi di Perancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan kelompok yang dikonsolidasikan. Hukum Perancis memperbolehkan perusahaan Perancis untuk mengikuti Standar Pelaporan Keuangan Internasional (International Financial Reporting Standards-IFRS). Alasannya, banyak perusahaan multinasional dari Perancis yang mencatat sahamnya di luar negeri.

Lima organisasi utama yang terlibat dalam proses penetapan standard di Perancis:

a. Counseil National de la Comptabilite atau CNC (Badan Akuntansi Nasional)

b. Comite de la Reglementation Comptable atau CRC (Komite Regulasi Akuntansi)

c. Autorite des Marches Financiers atau AMF (Otoritas Pasar Keuangan)

d. Ordre des Experts-Comptables atau OEC (Ikatan Akuntan Publik)

e. Compagnie Nationale des Commisaires aux Comptes atau CNCC (Ikatan Auditor Kepatuhan Nasional).

7. Malaysia

Seperti Indonesia, sistem resmi Malaysia berasal dari Inggris. Seperti yang sudah diperkirakan, sistem akuntansi ini juga membidik untuk bertemu dengan informasi yang diperlukan oleh investor. The Malaysian Institute of Accounting (MIA) telah didirikan dibawah pengawasan regular perkumpulan profesi akuntan di Malaysia. Tapi, Malaysia merestrukturisasi sistem akuntansinya pada tahun 1997 dengan Financial Reporting Act, yang dibuat oleh Fiancial Reporting Foundation (FRF)/ Badan pelaporan keuangan dan Malaysian Accounting Standart Board (MASB). FRF mengawasi pekerjaan MASB tetapi tidak terlibat dalam proses standarnya. MASB adalah badan independen yang di ciptakan untuk mengembangkan dan mengajukan standar akuntansi di Malaysia.

8. Rusia

Meskipun situasi ekonomi di Rusia telah meningkat, negara ini berbeda dengan negara transisi lainnya. Pertama, saham perusahaan baru masih kecil dibandingkan dengan yang lain. Yang kedua, banyaknya unit prodeksi bergaya soviet lama yang mesih berfungsi meskipun dalam keadaan merugi. Kemampuan negara ini untuk tumbuh berasal dari Sumber Daya Alamnya, contohnya minyak dan gas, lebih jauh mereka mendominasi dengan monopoli lamanya yang tidak berubah.

    Dalam Federasi Rusia, pemerintah mempunyai kontrol tunggal atas akuntansinya. Sebagai hasil dari latar belakang negara sosialis. Standar akuntansi Rusia diformulasikan untuk melacak input dan output. Karena itulah standar mencerminkan sedikit tentang nilai dan laba. Perusahaan di Rusia lebih condong merubah laba untuk menghindari pajak dan merubah pendapatan agar terlihat lebih menguntungkan bagi investor.

Umumnya menteri keuangan Rusia membuat ketetapan akuntansi. tetapi, CBRF yang bertanggung jawab untuk membuat standar akuntansi dan audit untuk bank dan institusi kredit. Sebagai tambahan CBRF memonitor mereka dan meneapkan persyaratan modal minimum.

 Pada tahun 2002 perdana menteri Rusia mengumumkan bahwa perusahaan Rusia dan bank harus membuat laporan keuangan yang sesuai dengan IFRS pada aawal tahun 2004. lebih spesifik lagi semua pernyataan konsolidasi oleh perusahaan dan bank harus disiapkan dengan IFRS. Laporan keuangan bank individual juga harus disiapkan dengan IFRS tetapi untuk perusahaan individual harus lanjut menggunakan GAAP Rusia.

9. India

Pada tahun 50-an, lebih dari 50% penduduk India berada dalam kemelaratan. Walau bagaimanapun India telah meningkatakan taraf ekonomi secara signifikan dalam dekade terakhir ini. Tidak hanya tingkat kemiskinan yang telah berkurang, tetapi pertumbuhan ekonomi telah meningkat dan berbagai macam indikator sosial telah meningkat seperti Harapan hidup dan melek huruf.

Karena yang diterapkan di India berasal dari inggris, standar akuntansinya memusatkan pada kebutuhan informasi daripara investor. Pada tahun 1949, ICAI (Institute of Chartered Accountants in India) dibentuk sebagai organisasi nasional dari akuntan yang telah terdaftar di India. Kemudian ASB (Accounting Standard Board) didirikan untuk merumuskan standard akuntansi untuk membantu dewan ICAI dalam menciptakan dan merubah standar akuntansi di India. ICAI adalah anggota penuh dari IFAC (International Federation of Accountants) dan diharapkan untuk memajukan IFRS (International Financial Reporting Standards) dalam mencapai harmonisasi internasional. Seperti contohnya, ASB memberikan pertimbangan terhadap IAS (International Accounting Standards) dan IFRS yang diterbitkan oleh IASB (international Accounting Standard Board) dan mencoba untuk mengimplementasikannya dalam standar mereka sampai batas yang memungkinkan, mengingat keadaan di sekitar India.

10. Indonesia

Berdasarkan seajarah, sistem akuntansi Indonesia didasari oleh sistem akuntansi Belanda sebagai hasil dari pengaruh Belanda di negeri ini. Tetapi, ikatan antara kedua negara rusak pada pertengahan tahun 1900. Indonesia berubah mengikuti praktik akuntansi AS. IAI didirikan pada tahun 1959 untuk membimbing akuntan Indonesia. Pada tahun 1970 IAI membuat kode dan diadopsi oleh prinsip dan dasar akuntansi berdasarkan GAAP Aspada waktu itu. Sistem akuntansi Indonesia berfokus kepada informasi yang dibutuhkan oleh investor diatas permintaan pemerintah. Pada tahun 1974, IAI membuat komite standar akuntansi keuangan untuk membuat standar keuangan.

            Indonesia telah membuat perkembangan ekonomi yang bagus pada dekade yang lalu. Tetapi krisis fiansial asia membuat negara ini menuju ke arah kemiskinan. Sejak krisis, Indonesia telah melakukan beberapa perubahan sosial dan politik. Yang menghasilkan perubahan substansial dan merubah drajat kemakmuran sperti sebelum krisis.

Pada tahun 1994, komite standar akuntansi keangan direkonstruksi sebagai aturan standar akuntansi yang lebih independen atas IAI, sekarang DSAK bekerja untuk mengharmonisasi standar akuntansi indonesia dengan IFRS.

 

B. Organisasi Pembentuk Audit Internasional

Enam organisasi telah menjadi pemain utama dalam penentuan standar akuntansi internasional dan dalam mempromosikan harmonisasi akuntansi internasional :

1. Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB)

Tujuan IASB adalah :

  1. Untuk mengembangkan dalam kepentingan umum, satu set standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diterapkan yang mewajibkan informasi yang berkualitas tinggi, transparan, dan dapat dibandingkan dalam laporan keuangan.
  2. Untuk mendorong penggunaan dan penerapan standar-standar tersebut yang ketat.
  3. Untuk membawa konvergensi standar akuntansi nasional dan Standar Akuntansi Internasional dan Pelaporan Keuangan Internasional kea rah solusi berkualitas tinggi.

Struktur IASB yang Baru

  1. Badan wali
  2. Dewan IASB
  3. Dewan penasihat standar
  4. Komite interpretasi pelaporan keuangan internasional (IFRIC)

2. Uni Eropa (Europen Union-EU)

Salah satu tujuan EU adalah untuk mencapai integrasi pasar keuangan eropa. Untuk tujuan ini, EC telah memperkenalkan direktif dan mengambil langkah inisiatif yang sangat besar untuk mencapai pasar tunggal bagi :

    1. Perubahan modal dalam tingkat EU

    2. Membuat kerangka dasar hukum umum untuk pasar surat berharga dan derivatif yang terintegrasi

    3. Mencapai satu set standar akuntansi tunggal untuk perusahaan-perusahaan yang sahamnya tercatat.

3. Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (IOSCO)

Organisasi Internasional Komisi Pasar Modal (International Organization of Securities Commissions-IOSCO) beranggotakan sejumlah badan regulator pasar modal yang ada di lebih dari 100 negara. Menurut bagian pembukaan anggaran IOSCO: Otoritas pasar modal memutuskan untuk bekerja bersama-sama dalam memastikan pengaturan pasar yang lebih baik, baik pada tingkat domestic maupun internasional, untuk mempertahankan pasar yang adil, efisien dan sehat:

  • Saling menukarkan informasi berdasarkan pengalaman masing-masing untuk mendorong perkembangan pasar domestic.
  • Menyatukan upaya-upaya untuk membuat standard an penhawasan efektif terhadap transaksi surat berharga internasional.
  • Memberikan bantuan secara bersama-sama untuk memastikan integritas pasar melalui penerapan standar yang ketat dan penegakkan yang efektif terhadap pelanggaran.

IOSCO telah bekerja secara ekstensif dalam pengungkapan internasional dan standar akuntansi memfasilitasi kemampuan perusahaan memperoleh modal secara efisien melalui pasar global surat berharga. Tujuan utamanya adalah untuk memfasilitasi proses yang dapat digunakan para penerbit saham kelas dunia untuk memperoleh modal dengan cara yang paling efektif dan efisien pada seluruh pasar modal yang terdapat permintaan investor. Komite ini bekerja sama dengan IASB, antara lain dengan memberikan masukan terhadap proyek-proyek IASB.

4. FEDERASI INTERNASIONAL AKUNTAN (IFAC)

IFAC merupakan organisasi tingkat dunia yang memiliki 159 organisasi anggota di 118 negara, yang mewakili lebih dari 2,5 juta orang akuntan. Didirikan tahun 1977, dimana misinya adalah untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi dengan harmonisasi standar sehingga akuntan dapat memberikan jasa berkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum.

Majelis IFAC, yang bertemu setiap 2.5 tahun, memiliki seorang perwakilan dari setiap organisasi anggota IFAC. Majelis ini memiliki suatu dewan, yang terdiri dari para individu yang berasal dari 18 negara yang dipilih untuk masa 2.5 tahun. Dewan ini, yang bertemu 2 kali setiap tahunnya, menetapkan kebijakan IFAC dan mengawasi operasinya. Administrasi harian dilakukan oleh Sekretariat IFAC yang berlokasi di New York, yang memiliki staf professional akuntansi dari seluruh dunia.

5. Kelompok Kerja Antar Pemerintah Perserikatan Bangsa-Bangsa Untuk Pakar Dalam Standar Internasional Akuntansi Dan Pelaporan (International Standars Of Accounting And Reporting – ISAR)

ISAR dibentuk pada tahun 1982 dan merupakan satu-satunya kelompok kerja antar pemerintah yang membahas akuntansi dan audit pada tingkat perusahaan. Mandat khususnya adalah untuk mendorong harmonisasi standar akuntansi nasional bagi perusahaan. ISAR mewujudkan mandat tersebut melalui pembahasan dan pengesahan praktik terbaik, termasuk yang direkomendasikan oleh IASB. ISAR merupakan pendukung awal atas pelaporan lingkungan hidup dan sejumlah inisiatif terbaru berpusat pada tata kelola perusahaan dan akuntansi untuk perusahaan berukuran kecil dan menengah.

6. Kelompok Kerja Dalam Standar Akuntansi Organisasi Kerja Sama Dan Pembangunan Ekonomi (Organisation For Economic Co-Operation And Development – OECD)

OECD merupakan organisasi internasional Negara-negara industry maju yang berorientasi ekonomi pasar. Dengan keanggotaan yang terdiri dari Negara-negara industry maju yang lebih besar, OECD sering menjadi lawan yang tangguh terhadap badan-badan lain (seperti PBB atau Konfederasi Internasional Persatuan Perdagangan Bebas) yang memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan yang bertentangan dengan kepentingan anggota-anggotanya.

Sumber :

–       http://blognyavita.blogspot.com/2012/05/organisasi-pembentuk-standar-akuntansi.html

–       http://onesnite.blogspot.com/2013/05/harmonisasi-akuntansi-internasional.html

SEJARAH DAN PERKEMBANGAN AKUNTANSI INDONESIA DAN INTERNASIONAL

Akuntansi adalah pengukuran, penjabaran, atau pemberian kepastian mengenai informasi yang akan membantu manajer, investor, otoritas, dan pembuat keputusan lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan di dalam perusahaan, organisasi, dan lembaga pemerintah. Akuntansi disebut sebagai bahasa bisnis karena merupakan suatu alat untuk menyampaikan informasi keuangan kepada pihak-pihak yang memerlukannya. Untuk menyampaikan informasi-informasi tersebut, maka digunakanlah laporan akuntansi atau yang dikenal sebagai laporan keuangan. Laporan keuangan suatu perusahaan biasanya terdiri atas empat jenis laporan, yaitu neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal, dan laporan arus kas.

  • Neraca, adalah suatu daftar sistematis yang memuat informasi mengenai aktiva, utang dan modal suatu perusahaan pada akhir periode tertentu.
  • Laporan laba rugi, adalah ikhtisar mengenai pendapatan dan beban suatu perusahaan untuk periode tertentu, sehingga dapat diketahui laba yang diperoleh dan rugi yang dialami.
  • Laporan perubahan modal, adalah laporan yang menunjukkan perubahan modal untuk periode tertentu, mungkin satu bulan atau satu tahun. Melalui laporan perubahan modal dapat diketahui sebab-sebab perubahan modal selama periode tertentu.
  • Laporan arus kas, dengan adanya laporan ini pemakai laporan keuangan dapat mengevaluasi perubahan aktiva bersih perusahaan, struktur keuangan (termasuk likuiditas dan solvabilitas) dan kemampuan perusahaan di dalam menghasilkan kas dimasa mendatang

Sejarah awal akuntansi dimulai sejak manusia mengenal hitungan uang dan meng­gunakan catatan. Pada abad XIV perhitungan rugi laba telah dilakukan pedagang-pedagang Genoa dengan cara menghitung harta yang ada pada akhir suatu pelayaran dan dibandingkan pada saat mereka berangkat. Tonggak sejarah akuntansi dimulai pada tahun 1494 pada saat Lucas Paciolo (Lukas dari Burgos) menerbitkan buku ilmu pasti yang berjudul “Suma de Arilhmalica, Proportioni et Proportionaiita”. Dalam buku itu terdapat satu bab, berjudul ‘Tractatus de Computis et Scriptorio”. yang berisi cara-cara pembukuan menurut catatan berpasangan (double book keeping). Peranan romawi sebagai gelanggang percaturan politik dunia surut pada akhir abad 15. Ditambah dengan penemuan belahan dunia dan jalur perdagangan baru, pusat perdagangan berpindah ke Spanyol dan Portugal, kemudian ke Belanda. Sejalan dengan perpindahan pusat perdagangan tersebut sistem akuntansi Romawi, yang telah dikembangkan sebelumnya, juga ikut pindah ke negara-negara ini. Kemajuan mencolok dalam bidang akuntansi sejak perpindahan tersebut adalah mulai dibuatnya perhitungan rugi laba tahunan. Hal ini kemudian mendorong dikembangkannya penyusunan neraca pada setiap saat setelah jangka waktu tertentu.  Pada 1673 Perancis mengharuskan kepada setiap pengusaha di negaranya untuk membuat neraca perdagangan paling tidak sekali dalam 2 tahun. Pada abad 19 ditandai dengan kejadian-kejadian ekonomi penting, yang akibatnya juga terasa di bidang akuntasi. Dalam abad ini revolusi industri berkecamuk di daratan Eropa. Dampak langsung dari perubahan teknologi industri tersebut adalah berkembangnya bidang akuntansi biaya dan munculnya konsep penyusutan. Di abad 20 perkembangan besar terjadi pada 1930. Pada saat itu untuk pertama kalinya diadakan pembahasan antara New York Stock Exchange dengan American Institute of Certified Public Accountant guna menetapkan prinsi-prinsip akuntansi yang harus diikuti oleh perusahaan yang saham-sahamnya terdaftar di bursa. Sebelumnya, pada 1925 Inggris telah mengeluarkan undang-undang yang mengatur sistem pelaporan keuangan. Sejak saat ini perkembangan banyak berkisar praktek-praktek akuntansi, termasuk digunakannya komputer setelah perang dunia ke 2.

Herbert (dalam Harahap, 1997) menjelaskan perkembangan akuntansi sebagai berikut.

Tahun 1775  : pada tahun ini mulai diperkenalkan pembukuan baik yang single entry  maupun double entry.

Tahun 1800   : masyarakat menjadikan neraca sebagai laporan yang utama digunakan dalam perusahaan.

Tahun 1825     : mulai dikenalkan pemeriksaaan keuangan (financial auditing).

Tahun 1850   : laporan laba/rugi menggantikan posisi neraca sebagai laporan yang dianggap lebih penting.

Tahun 1900   : di USA mulai diperkenalkan sertifikasi profesi yang dilakukan melalui ujian yang dilaksanakan secara nasional.

Tahun 1925   : banyak perkembangan yang terjadi tahun ini, antara lain:

  1. Mulai diperkenalkan teknik-teknik analisis biaya, akuntansi untuk perpajakan, akuntansi pemerintahan, serta pengawasan dana pemerintah;
  2. Laporan keuangan mulai diseragamkan;
  3. Norma pemeriksaaan akuntan juga mulai dirumuskan; dan
  4. Sistem akuntansi yang manual beralih ke sistem EDP dengan mulai dikenalkannya“punch card record”.

Tahun 1950 s/d 1975 : Pada tahun ini banyak yang dapat dicatat dalam perkembangan akuntansi, yaitu sebagai berikut.

  1. Pada periode ini akunansi sudah menggunakan computer untuk pengolahan data.
  2. Sudah dilakukan Perumusan Prinsip Akuntansi (GAAP).
  3. Analisis Cost Revenue semakin dikenal.
  4. Jasa-jasa perpajakan seperti kunsultan pajak dan perencanaan pajak mulai ditawarkan profesi akuntan.
  5. Management accounting sebagai bidang akuntan yang khusus untuk kepentingan manajemen mulai dikenal dan berkembang cepat.
  6. Muncul jasa-jasa manajemen seperti system perencanaan dan pengawasan.
  7. Perencanaan manajemen serta management auditing mulai diperkenalkan.

Tahun 1975   : mulai periode ini akuntansi semakin berkembang dan meliputi bidang-bidang lainnya, perkembangan itu antara lain:

  1. Timbulnya management science yang mencakup analisis proses manajemen dan usaha-usaha menemukan dan menyempurnakan kekurangan-kekurangannya;
  2. Sistem informasi semakin canggih yang mencakup perkembangan model-model organisasi, perencanaan organisasi, teori pengambilan keputusan, dan analisis cost benefit;
  3. Metode permintaan yang menggunakan computer dalam teori cybernetics;
  4. Total system review yang merupakan metode pemeriksaan efektif mulai dikenal; dan
  5. Social accounting manjadi isu yang membahas pencatatan setiap transaksi perusahaan yang mempengaruhi lingkungan masyarakat.

Akuntansi mulai diterapkan di Indonesia sejak tahun 1642. Akan tetapi bukii yang jelas terdapat pada pembukuan Amphioen Societeit yang berdiri di Jakarta sejak 1747. Selanjutnya akuntansi di Indonesia berkembang setelah UU Tanam Paksa dihapuskan pada tahun 1870. Hal ini mengakibatkan munculnya para pengusaha swasta Belanda yang menanamkan modalnya di Indonesia, Mereka menerapkan sistem pembukuan seperti yang diajarkan Lucas Paciólo. Dalam tahun 1850 orang Belanda menemukan metode pembukuan baru yang lebih efisien. Selama periode 1850-1900 terjadi semacam dualisme antara yang menggunakan metode lama dengan yang menggunakan metode baru. Baru pada awal abad 20, metode pembukuan lama hilang dari sejarah akuntansi Belanda. Perkembangan ini juga di bawa ke Indonesia. Sementara bidang-bidang usaha yang besar dikuasai Belanda, bidang-bidang usaha yang kecil dibiaran dikuasai oeh kelompok timur asing, seperti Cina, Arab, India dan lain-lain. Sebagai daya tarik, Pemerintahan kolonial Belanda tidak mencampuri sistem pembukuan yang mereka gunakan. Dalam hubungan ini muncul sistem pembukuan Cina (sistem Hokian, Canton, Hakha, Tio Tjoe), Arab,India dan lain-lain. Kemudian pada tahun 1907, di Indonesia diperkenalkan sistem pemeriksaan (auditing) untuk menyusun dan mengontrol pembukuan perusahaan. Tidak banyak pembahan sistem akuntansi di Indonesia pada masa penjajahan Jepang, Setelah kemerdekaan pemerintah RI mempunyai kesempatan mengirimkan putra-putrinya belajar akuntansi ke luar negeri. Sedangkan pendidikan akuntansi di dalam negeri mulai dirintis pada tahun 1952 oleh Universitas Indonesia yang mem­buka jurusan Akuntansi di Fakultas Ekonominya. Pada tahun 1954 keluarlah UU No. 34 yang mengatur pemberian gelar Akuntan. Suatu organisasi profesi yang menghimpun para akuntan di Indonesia berdiri pada 23 Desember 1957 dan diberi nama Ikatan Akuntan Indonesia (IAI). Organisasi ini mendirikan seksi Akuntan Publik tahun 1978 dan seksi Akuntan Pendidik tahun 1986. UU Penanaman Modal Asing dikeluarkan tahun 1967 dan disusul UU Penanam­an Modal Dalam Negeri tahun 1968, merupakan pendorong berkembangnya profesi akuntansi. Tumbuhnya perusahaan-perusahaan baru, baik yang didirikan dalam rangka ke dua undang-undang tersebut maupun yang bukan, sebagai akibat makin baiknya iklim investasi di Indonesia, telah meningkatkan kebutuhan akan tenaga akuntansi. Sementara itu, di sektor Pemerintah, bertambahnya proyek-proyek pembangunan yang harus dikelola, baik melalui dana APBN maupun non APBN di satu pihak, dan makin disadarinya sistem pertanggungjawaban yang auditable dan accountable, di pihak lain, telah mendorong lajunya perkembangan profesi akuntansi. Pemerintah sangat berperan dalam mendorong perkembangan profesi ini. Diantaranya dengan membentuk Tim Koordinasi Pengembangan Akuntansi dalam tahun 1985.

 

Sumber :

http://sitiisroah.wordpress.com/tugas-kuliah/makalah/sejarah-perkembangan-ilmu-akuntansi/

http://ilmuakuntansi.web.id/sejarah-akuntansi/

Bursa Efek Irlandia

Bursa efek Irlandia
Bursa efek Irlandia (ISE) (bahasa Inggris: Irish Stock Exchange, bahasa Irlandia: Stocmhalartán na hÉireann) adalah nama bursa efek di Republik Irlandia yang telah berdiri sejak tahun 1793. Bursa efek ini adalah perusahaan swasta terbatas Irlandia menurut jaminan. Bursa ini pertama kali diakui oleh undang-undang pada tahun 1799 ketika Parlemen Irlandia melewati Undang-Undang Bursa Efek (Dublin). Pada periode berbeda dalam sejarah, ISE termasuk sejumlah bursa regional, termasuk bursa Cork dan Dublin. Pada tahun 1973, bursa Irlandia bergabung dengan bursa efek Britania dan Irlandia lain, menjadi bagian dari Bursa Efek Internasional Britania Raya dan Irlandia (sekarang disebut Bursa efek London). Antara tahun 1973 dan 1986, tidak ada daftar perusahaan baru.[1]
Pada tahun 1995, ISE menjadi independen lagi dan sejak saat itu bursa ini telah berkembang secara internasional dan memantapkan dirinya sebagai pusat daftar global untuk dana internasional dan efek hutang.
Bursa ini juga memperdagangkan sekuritas lainnya seperti obligasi pemerintah dan derivatif seperti opsi saham. Indeks pasar saham utama ISE adalah Indeks Keseluruhan ISEQ (ISEQ Overall Index, ISEQ). Indeks pasar saham lain dari bursa efek ini termasuk Indeks ISEQ ESM, ISEQ 20, ISEQ General, ISEQ Smallcaps, dan ISEQ Financial.

Daftar perusahaan yang tercatat di ISE
• Abbey
• Aer Lingus
• AGI Therapeutics
• Allied Irish Banks
• Aminex
• Amarin Corporation
• Aviva
• Bank of Ireland
• CRH plc
• C&C
• CPL Resources
• Calyx Group
• Conroy Diamonds and Gold
• Datalex
• DCC
• Diageo
• Donegal Creameries
• Dragon Oil
• Eircom
• Élan
• FBD Holdings
• Fyffes
• Gartmore Irish Growth Fund
• Getmobile Europe
• Glanbia
• Glencar Mining
• Grafton Group
• Greencore Group
• Horizon Technology Group
• I.W.P. International
• Icon
• IFG Group
• Independent News & Media
• IONA Technologies
• Irish Continental Group
• Irish Estates
• Irish Life and Permanent
• ISEQ Exchange Traded Fund
• Kenmare Resources
• Kerry Group
• Kingspan Group
• Lapp Plats
• McInerney Holdings
• Minmet
• Mosney Irish Holidays
• Newcourt Group
• Norkom Group
• Oakhill Group
• Oglesby & Butler
• Ormonde Mining
• Ovoca Gold
• Paddy Power
• Providence Resources
• Qualceram Shires
• Readymix
• Real Estate Opportunities
• Ryanair
• South Wharf
• Sunflower Fine Art
• Tesco
• Thirdforce
• Trinity Biotech
• Tullow Oil
• TVC Holdings
• UTV
• Unidare
• United Drug
• Viridian Group
• Vislink
• Waterford Crystal
• Worldspreads Group
• Zamano

Analisis Perbandingan
Prusahaan Manufaktur
Dragon Oil
• Aset tidak lancar dicatat terlebih dahulu, kemudia aset lancar
• Terdapat Earning per share from continuing and discontinued operations pada laporan laba rugi
• Format cash flow sama
PT. Indofood Sukses Makmur
• Aset lancar di catat terlebih dahulu, kemudian aset tidak lancar
• Tidak ada
• Format cash flow sama

Perusahaan Jasa
Bank of Ireland
• Tidak ada perbedaan
Bank BCA
• Tidak ada pebedaan

Perusahaan Dagang
Tesco
• Pada neraca aset tidak lancar dicatat terlebih dahulu, kemudian aset lancar
• Capital ( Modal ) dicatat terlebih dahulu, kemudian liabilitas ( hutang )
PT. Sumber Alfaria Trijaya
• Pada neraca aset lancar dicatat terlebih dahulu, kemudian aset tidak lancar
• Liabilitas ( hutang ) dicatat terlebih dahulu, kemudian capital ( Modal)

Format Laporan Keuangan
Perusahaan Manufaktur
Dragon Oil PT. Indofood Sukses Makmur
Neraca • Assets • Asset
• Equity • Liabilitas
• Liabilities • Ekuitas
Laba Rugi • Penjualan Netto
• Beban pokok penjualan
• Pendapatan komprehensif lain
Arus Kas • Net cash used in operating activities • Arus kas dari aktivitas operasi
• Cash flows financing activities • Arus kas dari aktivitas investasi
• Arus kas dari aktivitas pendanaan

Perusahaan Jasa
Bank of Ireland Bank BCA
Neraca • Assets • Aset
• Liabilities • Liabilitas
• Equity • Ekuitas
Laba Rugi • Interest income • Laba sebelum pajak penghasilan
• Interest expense • Pendapatan komprehensif lain
• Operating (loss)
Arus Kas • cash flow from operating activities • Arus kas dari aktivitas pendanaan
• Cash flow from operating assets and liabilities

Perusahaan Dagang
Tesco PT. Sumber Alfaria Trijaya
Neraca • Assets • Aset
• Liabilities • Liabilitas
• Equity • Ekuitas
Laba Rugi • Continuing operations • Penjualan Neto
• Discontinue operations • Beban Pokok Penjualan
• Earning per share from continuing • Pendapatan komprehensif lain
Arus Kas • Cash flow from operating activities • Arus kas dari aktivitas operasi
• Cash flow from investing activities • Arus kas dari aktivitas investasi
• Cash flow from financing activities • Arus kas dari aktivitas pendanaan

Unsur Laporan Keuangan
Perusahaan Manufaktur
Dragon Oil
Neraca :
ASSETS
Non-Current assets
Investment in subsidiary undertakings
Current assets
Loans to subsidiary undertakings
Other recivables
Cash and cash equivalents
EQUITY
Capital and reserves attributable to the company’s equity shareholders
Share capital
Share Premium
Capital redemption reserve
Other reserve
Retained earnings
LIABILITIES
Current liabilities
Loans from a subsidiary undertakings
Other payables

Perusahaan Jasa
Bank of Ireland
Neraca :
Assets
Cash and balances at central banks
Items in the course of collection from other banks
Trading securities
Other financial assets at fair value through profit or loss
Loans and advances to banks
Available for sale financial assets
NAMA senior bonds
Loans and advances to customers
Interest in associates
Interest in jointly controlled entities
Intangible assets
Investment properties
Property, plant and equipment
Current tax assets
Deferred tax assets
Other assets
Retirement benefit assets
Assets lassified as held for sale
Liabilities
Deposits from banks
Customer accounts
Items in the course of transmission to other banks
Derivative financial instruments
Debt seourities in issue
Liabilities to customer under investment contracts
Insurance contract liabilities
Provisions
Deverred tax liabilities
Retirement benefit obligation
Subordinated liabilities
Liabilities classified as held for sale
Equity
Capital stock
Stock premium account
Retained eranings
Other reserves
Own stock held for the benefit of life assurance policyholders
Stockholdes’ equity
Non-controling interest

Perusahaan Dagang
Tesco
Neraca :
Non-current assets
Goodwill and other intangible assets
Property, plant and equipment
Investmen property
Investmen in join ventures and associated
Other Investment
Loans and advances to customers
Derivative financial instruments
Deferred tax ets
Current assets
Inventories
Trade and other receivables
Loans and advances to customers
Derivative financial instruments
Current tax assets
Short-term investment
Cash and cash equivalents
Current liabilities
Trade and other payables
Financial liabilities
Borrowings
Derivative financial instruments and other liabilities
Customer deposits and deposits by banks
Current tax liabilities
Provisions
Non-current liabilities
Financial liabilities
Borrowings
Post-employment benefit obligations
Deferred tax Liabilities
Provisions
Equity
Share capital
Share premium
Other reserves
Retained earnings
Non-Ccontrolling interest

TUGAS 1

Bursa efek Irlandia

Bursa efek Irlandia (ISE) (bahasa Inggris: Irish Stock Exchange, bahasa Irlandia: Stocmhalartán na hÉireann) adalah nama bursa efek di Republik Irlandia yang telah berdiri sejak tahun 1793. Bursa efek ini adalah perusahaan swasta terbatas Irlandia menurut jaminan. Bursa ini pertama kali diakui oleh undang-undang pada tahun 1799 ketika Parlemen Irlandia melewati Undang-Undang Bursa Efek (Dublin). Pada periode berbeda dalam sejarah, ISE termasuk sejumlah bursa regional, termasuk bursa Cork dan Dublin. Pada tahun 1973, bursa Irlandia bergabung dengan bursa efek Britania dan Irlandia lain, menjadi bagian dari Bursa Efek Internasional Britania Raya dan Irlandia (sekarang disebut Bursa efek London). Antara tahun 1973 dan 1986, tidak ada daftar perusahaan baru.[1]

Pada tahun 1995, ISE menjadi independen lagi dan sejak saat itu bursa ini telah berkembang secara internasional dan memantapkan dirinya sebagai pusat daftar global untuk dana internasional dan efek hutang.

Bursa ini juga memperdagangkan sekuritas lainnya seperti obligasi pemerintah dan derivatif seperti opsi saham. Indeks pasar saham utama ISE adalah Indeks Keseluruhan ISEQ (ISEQ Overall Index, ISEQ). Indeks pasar saham lain dari bursa efek ini termasuk Indeks ISEQ ESM, ISEQ 20, ISEQ General, ISEQ Smallcaps, dan ISEQ Financial.

 

Daftar perusahaan yang tercatat di ISE

  • Abbey
  • Aer Lingus
  • AGI Therapeutics
  • Allied Irish Banks
  • Aminex
  • Amarin Corporation
  • Aviva
  • Bank of Ireland
  • CRH plc
  • C&C
  • CPL Resources
  • Calyx Group
  • Conroy Diamonds and Gold
  • Datalex
  • DCC
  • Diageo
  • Donegal Creameries
  • Dragon Oil
  • Eircom
  • Élan
  • FBD Holdings
  • Fyffes
  • Gartmore Irish Growth Fund
  • Getmobile Europe
  • Glanbia
  • Glencar Mining
  • Grafton Group
  • Greencore Group
  • Horizon Technology Group
  • I.W.P. International
  • Icon
  • IFG Group
  • Independent News & Media
  • IONA Technologies
  • Irish Continental Group
  • Irish Estates
  • Irish Life and Permanent
  • ISEQ Exchange Traded Fund
  • Kenmare Resources
  • Kerry Group
  • Kingspan Group
  • Lapp Plats
  • McInerney Holdings
  • Minmet
  • Mosney Irish Holidays
  • Newcourt Group
  • Norkom Group
  • Oakhill Group
  • Oglesby & Butler
  • Ormonde Mining
  • Ovoca Gold
  • Paddy Power
  • Providence Resources
  • Qualceram Shires
  • Readymix
  • Real Estate Opportunities
  • Ryanair
  • South Wharf
  • Sunflower Fine Art
  • Tesco
  • Thirdforce
  • Trinity Biotech
  • Tullow Oil
  • TVC Holdings
  • UTV
  • Unidare
  • United Drug
  • Viridian Group
  • Vislink
  • Waterford Crystal
  • Worldspreads Group
  • Zamano

Jika Aku Menjadi Dosen

Cita-cita saya dari kecil itu menjadi seorang dokter, kebanyakan anak kecil itu bercita-cita menjadi seorang dokter. Tetapi setelah masuk SMA ternyata saya lemah di pelajaran biologi, sehingga saya dimasukkan kedalam jurusan IPS, dan tidak mengerti sama sekali istilah kedokteran. Saat kuliah saya mengambil jurusan ekonomi akuntansi. Setelah saya fikir kembali, saya tertarik untuk menjadi dosen, menurut saya profesi sebagai dosen itu adalah pekerjaan yang mulia. Kenapa saya katakana mulia, karena seorang dosen dengan senang hati membagi ilmu yang ia miliki untuk mencerdaskan anak bangsa. Profesi sebagai dosen dapat meluangkan banyak waktu untuk keluarga. Saya ingin menjadi dosen akuntansi, karena sewaktu SMA saya senang pelajaran ekonomi akuntansi.

Saya akan menjadi dosen yang mengajarkan budi pekerti yang baik, memberikan keteladanan kepada anak didik saya. Saya akan memberikan ilmu yang saya punya untuk anak didik saya agar menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa kelak. Saya akan memberikan ilmu saya dengan tutur kata dan bahasa yang baik, dan memberikan materi sesuai dengan SAP yang telah ditentukan.

Beriikut merupakan hal yang saya lakukan terkait dengan factor-faktor yang mempengaruhi harapan public, yaitu :

  1. Dalam hal fisik : pada hakekatnya seorang dosen bukan hanya memberikan ilmu pelajaran saja, tetapi juga mengajarkan kedisiplinan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, seperti tidak membuang sampah sembarangan, dan melarang merokok didalam ruangan , serta selalu menjaga ketertiban dalam lingkungan kampus.
  2. Dalam hal moral : saya akan menanamkan kode etik yang benar kepada anak didik saya, dan menanamkan sikap sopan dalam berbahasa maupun berperilaku, serta menciptakan suasana belajar yang nyaman.
  3. Dalam hal penilaian yang buruk : saya akan melakukan tugas saya sebagai dosen dengan sebaik-baiknya. Saya akan terus mengembangkan ilmu yang saya punya dengan terus belajar, sehingga saya semakin mengerti dan memahami serta menambah pengetahuan saya.
  4. Dalam hal pemangku kepentingan : saya tidak akan menjadikan profesi saya sebagai bisnis yang berorientasi kepada materi, tetapi saya menjadikan profesi saya ini sebagai bentuk pengabdian saya sebagai dosen yang memberikan ilmunya kepada anak didik saya yang kelak akan menjadi anak bangsa yang cerdas dan kreatif.
  5. Dalam hal ekonomi : saya tidak akan memaksakan anak didik saya untuk membeli buku baru, memang pada dasarnya belajar menggunakan buku itu akan jauh lebih mudah jika dibandingan dengan belajar tidak menggunakan buku, tetapi tidak harus dengan buku baru, buku yang lama pun tidak masalah bagi saya selama SAP yang digunakan masi sama.
  6. Dalam hal persaingan : saya akan menghargai anak didik saya, sehingga tidak terjadi sikap yang saling merendahkan dan saling tidak menghargai antar anak didik saya, sehingga menimbulkan rasa tidak percaya diri terhadap mereka.
  7. Dalam hal penyimpangan keuangan : saya tidak akan memanfaatkan situasi untuk mendapatkan keuntungan pribadi, misalnya seperti menjual buku.
  8. Dalam hal kegagalan tata kelola : saya akan mengganti jadwal pertemuan jika saya pernah tidak hadir untuk memberikan materi , karena tanggung jawab saya memberikan materi untuk anak didik saya agar mereka tidak ketinggalan materi.
  9. Dalam hal akutabilitas : saya akan memberikan nilai sesuai dengan kemampuan anak didik saya. Jika mereka kurang puas dengan hasil kemampuan mereka, maka saya akan memberikan tugas tambahan untuk menambahkan nilai mereka.
  10. Dalam hal sinergi : saya akan terus belajar dan belajar untuk melakukan perbaikan kualitas mengajar saya agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya.
  11. Dalam hal penguatan hukum kelembagaan : saya akan membuat peraturan dari awal pertemuan, batas keterlambatan ditentukan sesuai dengan kesepakatan bersama, daftar hadir mempengaruhi nilai, serta bagi yang terlambat tidak diperkenankan masuk.

Fitri Fidyani H – 22210829 / 4EB07